in

Review Film : Antologi Rasa, Realita Kehidupan Cinta Kaum Urban

Film ini cukup ditunggu-tunggu oleh penggemar film Indonesia. Antologi Rasa, adalah sebuah film yang diadaptasi dari novel metropop karya penulis kenamaan Ika Natassa yang sebelumnya sudah lebih dulu sukses lewat film Critical Eleven dan mampu membius para penikmat film Indonesia.

Poster Antologi Rasa yang menampilkan 3 pemeran utama
Poster Antologi Rasa

Bukan Kisah Cinta Segitiga, Tapi Cinta Segi Empat!

Antologi Rasa mengisahkan sebuah dilema persahabatan dan cinta segi empat (Yap! Bukan cinta segitiga namun cinta segi empat). Dibintangi oleh Herjunot Ali sebagai Harris, Carissa Perusset sebagai Keara dan Refal Hadi sebagai Ruly,  film ini menyajikan realitas kehidupan cinta yang gak basi. Intinya, Harris cinta mati pada Keara, namun Keara jatuh cinta pada Ruly. Apesnya lagi, Ruly yang dicintai Keara ternyata menyimpan rasa yang dalam pada Denise, dimana wanita yang bernama Denise ini akhirnya justru menikah dengan laki-laki lain. Udah mulai kebayang betapa complicatednya hubungan ini?

Karena Terkadang, Sebuah Film Tidak Selalu Sama dengan Novelnya

Untuk teman liburan yang sudah baca novel Antologi rasa, pasti punya ekspektasi tersendiri untuk film ini. Nah ini dia beberapa point yang jadi catatan kami setelah nonton Antologi Rasa dihari pertama pemutarannya di bioskop :

Opening film dengan narasi yang cukup panjang.

Film ini dibuka dengan narasi Keara yang lumayan panjang. Sekilas jadi seperti ringkasan novel, namun kita tetap bisa dapat detail cerita hingga adegan kisah cinta mereka dimulai. Mungkin ini dibuat untuk mempersingkat durasi filmnya.

Salah satu adegan dalam film Antologi Rasa yang menampilkan 3 orang pemeran
Adegan Film

Friendzone yang Kurang ‘Friendzone’

Dalam novel Antologi Rasa, salah satu bagian menariknya adalah masa masa Harris terjebak dalam Friendzone dengan Keara. Mencintai Keara diam-diam namun sekaligus menjadi sahabat hingga teman curhat Keara. Adegan apik di benak kami saat membaca novelnya adalah bagaimana Keara yang mengidap Cheap Food Allergic (Anti makanan murah – istilah yang dibuat Keara sendiri) bisa happy banget saat menikmati sarapan dengan menu bubur ayam abang-abang yang selalu dibeli Harris dan meraka habiskan Bersama didalam mobil, diarea parkir kantor mereka. Ini seharusnya jadi bagian penting yang bisa menunjukkan sisi “friendzone” antara Harris dan Keara. Namun di film ini, adegan ini sama sekali tidak ada. Lagi – lagi mungkin karena durasi.

Salah satu adegan dalam film Antologi Rasa yang menampilkan 2 orang pemeran. Seorang perempuan melihat seorang laki-laki yang tertidur
Salah satu Adegan Film

Panji yang tak Kunjung Muncul Dalam Film

Part Panji sebenarnya cukup penting untuk ada disaat -saat Keara galau, karena hubungannya dengan Harris rusak, sementara hubungannya dengan Ruly tetep belum jelas, namun karakter ini tidak diceritakan sama sekali. Sayang aja sih.

Part Dinda yang Hanya Seperlunya Saja

Kalau Panji sama sekali gak ada, Dinda masih beruntung,  muncul di beberapa scene film Antologi rasa. Walaupun sebenarnya kemunculannya belum cukup menggambarkan seberapa dekatnya Keara dan Dinda sebagai sahabat karib.

Adegan dua pemeran Antologi Rasa sedang bertatap muka
Intens Scene

Siap-siap Baper dengan Chemistry Harris dan Keara

Harris dan Keara berhasil menunjukkan chemistry yang apik. Beberapa scene terasa sangat emosional dengan acting Junot yang mumpuni. Carrisa juga bisa dibilang cukup berhasil mengimbangi Junot saat beradu emosi di beberapa adegan yang krusial.

Cinematography Asik dan Memanjakan Mata

Best of the best adalah cinematographynya yang berhasil memanjakan mata penonton. Color grading yang warm bisa membawa kesan hangat dan roman disetiap adegan. Setting Singapore dan Bali yang muncul dalam film ini juga berhasil dikemas apik dan tidak berlebihan. Walaupun, untuk kami yang tinggal di Bali, kami bisa tau bahwa Bali yang diceritakan di film sebenarnya tidak sama dengan Bali yang diceritakan di novel. Yah, tapi ini bukan hal crusial sih, toh masih tetap menarik untuk dinikmati dalam film ini.

Poster soundtraxx film Antologi Rasa
Soundtraxx

Geisha Berhasil Bikin Baper dengan Lagunya

Tidak bisa dipungkiri, soundtrack adalah element penting untuk sebuah film drama. Tidak hanya menghadirkan nuansa melankolis seperti di Critical Eleven yang soundtracknya dibawakan oleh Isyana Saraswati, Antologi rasa bahkan menggandeng tiga group band sekaligus : D’masiv, Geisha dan Nidji untuk menggarap soundtracknya. Musik beat dari D’Masiv membawa suasana ceria di awal film. Sedangkan Geisha mengiringi adegan sedih film ini dengan vocal yang lirih dan bakal bikin kamu baper. Walau hadir dengan vokalis baru, kami akui Geisha tetap mampu menggarap soundtrack film Antologi Rasa ini dengan baik.

Last but not least, film Antologi Rasa ini sangat layak untuk ditonton. ‘Rasa’ yang ditawarkan saat membaca novelnya, mampu dikemas dan disampaikan melalui ‘Film’ yang sekarang sedang tayang di bioskop ini. Oh satu lagi, kalau kata sang penulis, untuk yang telah menemukan namun tidak bisa memiliki, Antologi Rasa adalah kisahmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Staycation di Tengah Kota Jakarta di Yello Hotel Harmoni!

Review Film : Foxtrot Six, Film Action Indonesia Rasa Hollywood!