in ,

Brewery Tour and Indonesian Food & Beer Pairing Travelokaeats x Beergembira

Bir adalah milik kita bersama dan sudah sepantasnya kita nikmati dengan bersahaja.

Senang sekali rasanya Tim Pergiliburan bisa ikut acara Travelokaeats x Beergembira, karena ini kali pertama mengunjungi pabrik pembuatan craft beer satu-satunya di Bali. Mulai dari bahan-bahan pembuatannya, proses brewing, sampai beer pairing dengan makanan Indonesia pokoknya seru! Teman liburan penasaran gimana serunya? Baca sampai akhir yuk!

Brewery Tour di Stark Craft Beer (@starkbeer)

Tau nggak sih teman liburan, kalau bir ternyata terbuat dari bahan-bahan alami? Nah, fakta ini juga baru tim pergiliburan ketahui setelah mendengar penjelasan singkat dari tim Beergembira loh! 90% kandungan bir adalah air dan tiga bahan utama lainnya adalah barley, bunga hops, dan yeast (ragi). Barley adalah bahan yang berperan memberi warna, rasa, busa, dan kandungan alkohol pada bir. Bunga hops adalah pengawet alami, rasa pahit dan aroma bir muncul dari bunga ini. Terakhir, yeast (ragi) berfungsi mengaktifkan proses fermentasi dan mengubah gula (dari barley) menjadi alkohol.

Proses pembuatan bir dimulai dengan pemilihan barley unggulan oleh brewmaster (sebutan pembuat bir handal). Lalu barley direndam, dicampur, dan diaduk dengan air yang dipanaskan. Enzim starch dalam barley akan berubah menjadi gula ketika temperatur semakin meningkat. Proses dilanjutkan dengan penyaringan untuk menghasilkan wort (malt sugar). Dipanaskan untuk yang kedua kalinya dengan campuran hops, setelah itu wort didinginkan untuk tahap fermentasi.

Berlanjut ke tahap fermentasi, kandungan gula pada wort yang sudah didinginkan (hingga 8 derajat Celcius) berubah menjadi alkohol dan karbondioksida dengan bantuan yeast. Proses fermentasi berlangsung 7 sampai 21 hari. Selesai proses fermentasi, dilakukan maturasi. Tahap ini berfungsi untuk mengeluarkan rasa dan membuat bir tahan lebih lama.

Terakhir tahap pengisian! Bir siap dipindahkan pada kemasan botol, kaleng, atau barel. Mesin otomatis yang digunakan oleh para brewmaster berfungsi untuk menjaga bir tetap higienis.

Saat berkeliling di dalam pabrik, tim pergiliburan juga berkesempatan mencoba bir buatan Stark langsung dari tabung-tabung besar ini. Segar! Apalagi varian flavour beer dengan aroma buah-buahan yang kuat. Nggak percaya kalau bir ini nyegerin banget? Nih, buktinya!

Dua varian flavour beer (leci dan mangga) dari Stark jadi favorit tim pergiliburan saat itu. Selain nyegerin, rasa-rasa buahnya juga kuat dan bir ini rasanya lebih light dibanding jenis-jenis bir lainnya yang diproduksi Stark craft beer.

Indonesian Food & Beer Pairing

Setelah belajar banyak tentang pembuatan bir, nggak lengkap rasanya kalau minum bir tanpa ada makanan pendampingnya. Selama ini kebanyakan orang menikmati bir hanya ditemani dengan kudapan ringan. Padahal bir bisa loh disandingkan dengan makanan Indonesia yang kaya akan rasa. Sensasi memadukan bir dengan masakan Indonesia semakin membuat masakan kaya akan rasa.

Hari kedua, tim pergiliburan siap untuk mencoba berbagai masakan khas Indonesia di Nusantara by Locavore yang dipadu dengan empat jenis bir yang berbeda yaitu pilsner, wheatstout (bir hitam), dan flavour beer. 

Dimulai dengan complimentary dish, kerupuk beras yang disajikan dengan delapan sambal khas nusantara. Salah satu sambal yang paling unik dan belum pernah tim pergiliburan ketahui adalah sambal pajri yang terbuat dari nanas. Sensasi rasa dominan manis membuat sambal ini cocok dipadu dengan bir hitam dengan rasa pahit yang tinggi.

Setelah puas mencicipi aneka sambal, tim pergiliburan disuguhkan menu-menu makanan yang tak kalah menggugah selera. Mulai dari tempe bacem, cakalang asap, lawa manu, tambus gurita, tuturuga, rabeg, dan pepaya kuah kuning. Semakin lengkap disantap dengan gurihnya

Setelah mencoba beberapa masakan dipadu dengan keempat jenis bir tersebut, banyak sekali rasa-rasa baru yang mungkin tidak pernah dirasakan sebelumnya. Rasa paling unik saat memadukan lawa manu dengan jenis bir wheat. Aroma dan rasa gandum yang smoky membuat gurihnya suwiran ayam semakin kuat.

Pengalaman yang luar biasa! Bisa tau lebih jelas tentang pembuatan bir, jenis-jenis bir, sampai mencoba mencari pasangan yang cocok untuk teman minum bir. Minum bir nggak selalu berarti negatif, yang penting teman liburan #TahuBatasnya. Segala sesuatu akan jadi lebih baik kalau kita memiliki parameter batas sebagai acuan. Agar bir yang dikonsumsi tetap dapat dinikmati dengan baik. Tidak kurang tidak lebih. (mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 Kafe Mungil yang Nyaman di Bali

Lloyd’s Inn Bali, Tempat Menginap Asik saat Liburan Tahun Baru di Bali!