Foto oleh @surya_kavy
in ,

Lancong ke Rowo Bayu di Banyuwangi Bisa Sekalian Wisata Spiritual, Lho!

Rowo Bayu? Mungkin tempat ini masih sangat jarang wara-wiri di Instagram, maka dari itu banyak yang belum mengetahui tentang tempat wisata sekaligus tempat bersejarah dan tempat ibadah bagi umat Hindu ini. Rowo Bayu kental akan cerita sejarah, masyarakat disana percaya bahwa dahulu tempat ini digunakan para pejuang Perang Puputan Bayu bersembunyi dan mengatur strategi melawan Belanda. Selain itu, Rowo Bayu juga menjadi tempat petilasan pertapaan Prabu Tawang Alun, lho! Eits… Nggak cuma itu aja, masih banyak lagi yang bisa di eksplor disini. Makin penasaran? Yuk simak artikelnya sampai habis!

Foto oleh @risandipradipto

Rowo dalam bahasa Indonesia berarti ‘rawa’ sedangkan bayu berarti ‘angin’ yang diambil dari nama Desa Bayu. Rowo Bayu adalah sebuah rawa dengan air berwarna hijau di tengah hutan pinus, seluas delapan hektar di lereng Gunung Raung tepatnya di kawasan KRPH Perhutani Banyuwangi Barat, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Letaknya yang berada di ketinggian 800m dpl membuat tempat ini memiliki hawa yang sejuk.

Foto oleh @surya_kavy

Rawa ini merupakan tempat bertemunya tiga mata air suci (sendang) yang biasa digunakan masyarakat untuk keperluan spiritual. Pertama, sumber Taman Kaputren (Pancoran Suwelas). Kedua, sumber Dewi Gangga dan terakhir sumber Taman Kamulyan. Air suci yang dihasilkan dipercaya mampu sebagai air penyembuh yang berkhasiat.

Foto oleh @omahvila

Hebatnya, ketiga mata air disini belum pernah berhenti mengalir meski musim kemarau sekalipun. Keberadaan mata air di Rowo Bayu sangat dihormati dan disakralkan. Bagi para pengunjung tidak diperkenankan untuk buang air kecil disekitarannya, mata air benar-benar hanya digunakan untuk kebutuhan spiritual.

Foto oleh @rhizkyz
Foto oleh @tsugiarto_

Selain sendang, di kawasan Rowo Bayu juga terdapat Candi Puncak Agung Macan Putih. Candi ini didirikan untuk menghormati roh para leluhur yang telah berjasa dalam mempertahankan tanah Blambangan pada perang Puputan Bayu tahun 1771.

Foto oleh @wahyuy

Rowo Bayu erat dengan nilai historis, religi dan budaya. Tempat ini menjadi juga menjadi destinasi wisata spiritual umat Hindu. Masih berada di satu kawasan dengan Candi Puncak Agung Macan Putih, terdapat pura untuk kegiatan persembahyangan umat Hindu yang bertujuan mendoakan para roh leluhur disana.

Foto oleh @ghifarialbar

Terakhir, di Rowo Bayu terdapat Petilasan Pertapaan Prabu Tawung Alun. Situs ini diyakini sebagai tempat pertapaan Prabu Tawung Alun setelah menyerahkan tahtanya sebagai Raja Blambangan kepada adiknya Mas Wilabrata. Ini dilakukan oleh Prabu Tawung Alun demi keamanan dan kedamaian kerajaannya, sebab saat Prabu Tawang Alun menggantikan Ayahnya, Pangeran Kedawung, saudara-saudaranya sangat iri dengan tahta yang diberikan kepadanya.

Foto oleh @andi_bolang24

Terlepas dari semua cerita diatas, pesona alam serta atmosfir Rowo Bayu sangat nyaman sebagai tempat melepas penat. Entah sekedar relaksasi atau sekaligus berwisata spiritual. Jadi, kapan nih teman liburan mau ke Banyuwangi? Yuk, lancong ke Rowo Bayu! Jangan lupa abadikan momen-momen saat kamu ada disana. Biar teman-teman kamu tahu tentang tempat bersejarah ini. (mas)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

comments

Siap-Siap Nonton Suzzanna Lagi! #bernafasdalamkubur !

7 Kafe Mungil yang Nyaman di Bali